Wonosobo (Lintas Topik.com) — Pemerintah Kabupaten Wonosobo memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian ini disampaikan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pendopo Bupati, Senin (15/12/2025).
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan, langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah lonjakan harga dan kelangkaan barang strategis, seperti BBM dan LPG, yang kerap terjadi saat hari besar keagamaan dan libur panjang.
“Saya minta TPID dan perangkat daerah memperketat pemantauan stok dan harga komoditas strategis hingga perayaan Nataru selesai. Lakukan monitoring intensif di pasar, agen, dan swalayan, serta siapkan operasi pasar bila diperlukan,” tegas Afif.
Untuk menjamin kelancaran distribusi dan pelayanan publik, Afif meminta sinergi lintas sektor antara Pemkab Wonosobo dengan Pertamina, Bulog, PLN, Perumda Air Minum Tirta Aji, agen LPG, dan paguyuban SPBU, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa keresahan.
Selain bahan pokok, Pemkab juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan, sarana lalu lintas, dan transportasi umum dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik selama libur Nataru.
Titik rawan kecelakaan diminta segera diidentifikasi dan ditangani.
Di sektor pariwisata, Bupati menekankan kesiapan objek wisata, hotel, homestay, dan rumah makan agar memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kesiapsiagaan darurat.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan PAD.Afif juga meminta penguatan pengamanan ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru melalui kolaborasi lintas sektor bersama TNI-Polri, khususnya di tempat ibadah, pusat keramaian, dan ruang publik.
“Sektor kesehatan harus siaga 24 jam, dengan tenaga medis, obat-obatan, dan ambulans, untuk merespons cepat kondisi darurat selama libur Nataru,” tambahnya.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, Pemkab Wonosobo menyiapkan strategi mitigasi bencana yang terkoordinasi antara perangkat daerah, relawan, dan pihak terkait guna menekan risiko dan menjaga keselamatan masyarakat
Sementara itu, Sekretaris Daerah Wonosobo One Andang Wardoyo menekankan pentingnya langkah strategis dalam mengendalikan inflasi daerah.
Menurutnya, TPID harus memiliki skema yang jelas jika terjadi gejolak harga.“Jika ditemukan harga bapokting tinggi di lapangan, harus segera dilakukan langkah dan skema antisipasi. Pengamanan pariwisata dan kantibmas juga perlu diperkuat agar perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan lancar,” ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Wonosobo Mohamad Kristijadi menyebut, rapat koordinasi Nataru menjadi instrumen penting untuk menyusun rencana terpadu, baik dari aspek ekonomi, keamanan, kesehatan, hingga pelayanan publik.
Dari sisi pengamanan, Kapolres Wonosobo M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan, pihaknya akan menggelar Operasi Lilin Candi selama 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan menyiapkan lima Pos Pengamanan dan Pelayanan serta melibatkan sekitar 300 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan tenaga kesehatan.
“Pengamanan dilakukan sebelum, saat, dan setelah perayaan. Kami telah melakukan langkah awal dengan melibatkan seluruh pihak terkait,” jelasnya.***
Editor: Agus Hidayat







