Wonosobo (Lintas Topik.com) – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menargetkan ruas Jalan Lingkar Selatan Kertek dapat difungsikan sebagai jalur alternatif sebelum arus mudik Lebaran 2026.
Proyek yang digarap bertahap sejak 2024 ini kini memasuki penyelesaian jembatan kedua dan penyiapan badan jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek terus dipercepat untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan Pasar Kertek, terutama saat arus mudik.
“Kita targetkan ruas Jalan Lingkar Selatan Kertek selesai sebelum H-7 Lebaran 2026. Tahun ini fokus menyelesaikan jembatan dan penyiapan badan jalan. Tahun 2026 tinggal pengaspalan sekitar 400 meter yang tersisa,” ujarnya di lokasi proyek.
Sejak 2024, Pemkab membangun dua jembatan, masing-masing Jembatan Kalipaat I dan Kalipaat II, sebagai struktur utama jalur baru tersebut.
Jembatan kedua ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Nurudin menjelaskan total anggaran pembangunan dua jembatan dan konstruksi awal jalan mencapai sekitar Rp10 miliar, bersumber dari APBD Kabupaten dan dukungan pendanaan provinsi.
Menurutnya, keberadaan Jalan Lingkar Selatan Kertek akan menjadi jalur alternatif bagi kendaraan dari arah Selomerto–Kertek menuju Wonosobo, sehingga tidak perlu melintasi ruas nasional yang selama ini menjadi titik kemacetan di Pasar Kertek.
“Jalur ini akan mengurangi beban lalu lintas di pusat Kertek. Saat Lebaran, titik itu selalu menjadi lokasi krodit, sehingga jalan lingkar sangat dibutuhkan sebagai pengurai arus,” tambahnya.***
Editor : Agus Hidayat
